Kid Rock Hentam Industri Tiket di Hadapan Senat AS: “Penuh Ular Rakus dan Penipu”
Washington, D.C. – Musisi Kid Rock (Robert Ritchie) melontarkan kritik keras terhadap industri tiket dalam kesaksiannya di depan Senate Commerce Committee pada sidang bertajuk “Fees Rolled on All Summer Long: Examining the Live Entertainment Industry”. Dalam pidato lima menitnya, ia menuding praktik curang dan abusif yang merugikan artis maupun penggemar.
Kesaksian Kid Rock:
- Ia menegaskan berada dalam posisi unik karena tidak terikat kontrak dengan label, manajer, atau sponsor korporat. “Saya tidak takut bicara, berbeda dengan banyak artis lain yang khawatir menggigit tangan yang memberi makan mereka,” ujarnya.
- Rock mengingatkan kembali kesaksian Pearl Jam tahun 1994 yang menentang monopoli Ticketmaster, lalu menyoroti merger Live Nation–Ticketmaster pada 2010 yang disebutnya gagal total.
- “Janji merger itu adalah menurunkan biaya dan meningkatkan kompetisi. Nyatanya, eksperimen itu gagal. Venue independen hancur, artis kehilangan daya tawar, fans membayar lebih mahal, dan malah disalahkan,” tegasnya.
Kritik Tajam:
- Rock menyebut industri tiket “penuh ular rakus dan penipu” dengan banyak pihak yang memperkaya diri dari bakat yang bukan milik mereka dan menyesatkan penggemar.
- Ia menuding perusahaan tiket sengaja membiarkan pasar sekunder berkembang karena keuntungan besar, bukan karena gagal mengatasinya.
- Rock mendesak Kongres untuk memanggil kontrak industri agar terbongkar “gunungan penipuan dan penyalahgunaan.”
Solusi yang Diajukan:
- Memberikan kontrol penuh kepada artis atas siapa dan bagaimana tiket mereka dijual.
- Membatasi harga tiket resale.
- Melarang praktik speculative ticketing (penjualan tiket yang belum ada).
Kid Rock menutup kesaksiannya dengan kutipan dari band The Who: “I hope we won’t get fooled again.” Ia menegaskan bahwa merger Live Nation–Ticketmaster bukanlah inovasi, melainkan monopoli berkedok eksperimen.
Sebelumnya, Rock juga bertemu Presiden Donald Trump pada Maret 2025 saat penandatanganan executive order untuk melindungi penggemar dari praktik calo tiket yang merugikan.

0 Komentar